PostHeaderIcon Foto Terbaru

Foto Foto Foto Foto
More Picture

PostHeaderIcon Berita Terkini

GOVERNOR'S "MEET, GREET AND TEACH" IN SMAN SUMPIUH
Senin,23/Mei/2016

Governor of Central Java, Mr. Ganjar Pranowo, SH., M.IP, Thursday, 19 May 2016 visited Sumpiuh State Senior High School (SMAN Sumpiuh). Accompanied by the Regent of Banyumas, Mr. Ir. Achmad Husein and his staffs and head of provincial education office, Mr Drs. Nurhadi Amiyanto, M.Ed, he spent about two and  half  hours (from 10.00-12.30) sharing his expertises and best practices in leadership and government matters with about 750 students and guests. After a brief opening remark from the school principal, Mr. Saidan, the Governor was warmly welcomed and greeted by students and the enthusiastic audience when he just started standing. With his communicative and interactive approaches, he successfully stimulated students to get involved actively in intense but joyful discussions on up-to-date issues.

When asked about what the three most challenging problems our country had, Kiki Meilani Dalimunthe, an XI grader, mentioned corruption, terrorism and drug abuses. Many other students were interchangeably given chances to both ask and answer questions. And every student’s questions and answers were rewarded with books that were personally provided by the Governor. What made it very more  interesting and not boring was that while discussing and explaining some points, he showed online slides of proof and evidences as well as direct pointers to convince the audience. So, it is not surprising that during the sessions, spontaneous  applauses, cheers and laughter of joy filled the hall of the school.

Other issues that were discussed with his warm and friendly styles were about economy, transportation, nationalism and patriotism.  About the economy, he introduced the government stimulus of soft credits schemes with low interest for the weak and small industries and businesses.  When one of the students bravely asked about why the quality of our roads were not good; holes often occurred anytime anywhere, the governor showed pictures of facts that many vehicles were overloaded and no effective sanctions for the traffic and transport violations.  By coordinating and working together with all stake holders, he promised to improve all the transport systems and management, including conducting real on the field monitoring and inspections.

In addition, when discussing on nationalism, he advised that as good citizens we must be committed to dedicate to our beloved country, Indonesia. Although, for example, someday we are blessed to achieve good and highest education in elite and prestigious universities in foreign countries, we should not lose our spirit of nationalism and patriotism. “Smart, educated and highly qualified citizens should come back to build our homeland” he said. Young generations like students, he added, are the future and hopes of the nation. “Let’s not forget to serve our country, contribute to the advancement and betterment of our nation, Indonesia” he emphasized.  

His excellent performance in his sessions of “meet-greet-and-teach” in SMAN Sumpiuh Banyumas was completed by his willingness to respond to, though crowded, hand shaking and  photo takings with the big family of the school. The school community really extended the deepest gratitude and highest appreciation to the Governor as well as to those who directly or indirectly made this precious event happen successfully. It was an honour and pride for every member of the school community to have the charismatic governor with us. It was unforgettable moment and is truly like a dream that comes true. (Sumpiuh, 20 May 2016.The school principal's remark.)


 


GUBERNUR MENGAJAR DI SMAN SUMPIUH
Sabtu,21/Mei/2016

Pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2016 selama kurang lebih 2,5 jam ( 10.00 - 12.30 ) Gubernur Jawa Tengah Bapak H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP megajar di SMA Negeri Sumpiuh.Acara Gubernur mengajar dihadiri juga oleh Bupati Banyumas, Bpk. Ir. H. Achmad Husain beserta staf serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bapak Drs. Nurhadi Amiyanto, M.Ed. Acara diawali dengan sambutan Selamat Datang dari Kepala SMA Negeri Sumpiuh Bpk. Saidan, S.Pd. Setelah diberi waktu oleh MC Pak Gubernur langsung menggebrag dengan sebuah pertanyaan :"Menurutmu apa tantangan terbesar bangsa Indonesia?"

Bermacam-macam tanggapan siswa saat menjawab pertanyaan tersebut. Kemudian Gubernur menanyakan apakah ada yang tidak bisa berbahasa Jawa.

Gubernur kemudian menunjuk dua siswa yang mengacungkan jari karena tidak bisa berbahasa  Jawa untuk maju ke depan. Mereka ditanya salah satu siswa Kiki Meilani Dalimunthe, mengatakan tidak bisa bebahasa Jawa karena dia berasal dari Medan dan baru satu setengah tahun di Sumpiuh. Sedangkan siswa lain Santi Wulandari mengaku dari Bima Nusa Tenggara Timur.  

"Mengapa Sumpiuh menjadi pilihan," tanya gubernur.

 Mereka berdua mengaku ada keluarga yang ada di Sumpiuh, juga ingin mencari pengalaman dan suasana yang berbeda dengan yang berada di daerahnya

 Ketika ditanya apa tantangan terbesar apa tantangan terbesar bangsa ini. Kiki mengaku korupsi dan narkoba adalah tantangan terbesar. Sedangkan Santi menjawab pornografi dan terorisme.

 Terkait hal tersebut apa hukuman yang layak untuk korupsi. Kiki siswa Kelas XI itu dengan mentap menjawab hukuman mati. Gubernur mengatakan seandaikan yang korupsi Bapakmu atau keluargamu, dengan percaya diri dia menjawab “Saya tetap berpendirian, iklas seandainya ada keluarga yang korupsi ditembak mati,” katanya mendapat tepukan meriah dari kurang lebih 700 siswa yang hadir.

 Terkait Narkoba dan pornografi apa yang harus dilakukan, banyak jawaban yang disampaikan oleh para siswa. Bahkan Gubenur menanyakan kepada siswa apakah mereka sudah pernah menyaksikan video porno melalui hp, dan lain sebaginya. Walau banyak yang malu-malu tetapi sebagian mengacungkan jari. Dan ketika siapa yang belum pernah menyaksikan film porno, kurang dari 10 anak yang mengacungkan jari.

 Siswa siswi SMA Negeri Sumpiuh, berdialog dan saling menjawab pertanyaan atas ajakan Gubernur, baik cara penanggulangan terorisme, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya. Gubenur juga memberi kesempatan beberapa anak untuk menyampaikan masukan, ada yang bertanya tenteng infrastruktur, ekonomi dan lain sebagainya.

 Gubernur meminta kepada para siswa untuk bangga menjadi Bangsa Indonesia. “Dengan bangga menjadi Bangsa Indonesia, semua tantangan bangsa dapat dihadapi bersama” katanya.  

 

 Selesai mengajar Bapak Gubernur sempat memberi kesempatn  kepada keluarga bersar SMA Negeri Sumpiuh untuk berfoto bersama. ( Humas )

 

as )


WISUDA TAHUN 2016 MERIAH
Senin,9/Mei/2016

Hari Senin tanggal 9 Mei 2016 SMA Negeri Sumpiuh mewisuda lulusannya sejumlah 248 peserta didik terdiri dari 138 Program IPA dan 110 Program IPS. Acara Wisuda dihadiri oleh Perwaiklan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Muspika Kecamatan Sumpiuh, Kepala Bank BPD Jateng Kancab Sumpiuh, Kepala Bank BNI Sumpiuh, orang tua / wali murid kelas XII dan perwakilan siswa kelas X dan XI. Acara wisuda dikemas dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Acara wisuda tahun 2016 ini tergolong meriah. Para Wisudawan dan  guru / karyawan  mengenakan busana nasional. Siswa dan guru putri mengenakan kebaya sementara siswa dan guru putra mengenakan stelan jas. Prosesi wisuda diawali dengan iring-iringan wisudawan memasuki ruanagan.Di baris pertama ada pembawa bendera merah puitih, pembawa panji-panji SMA Negeri Sumpiuh , cucuk lampah disertai pagar bagus dan pagar ayu diikuti wali kelas dan dibaris terakhir adalah para wisudawan. iring-iringan wisudawan di iringi gending kebogiro yang diperagakan oleh grup karawitan siswa-siswi SMA Negeri Sumpiuh.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri Sumpiuh, Bapak Saidan, S.Pd menyampaikan ucapan selamat dan memberikan motivasi kepada para wisudawan agar bisa meraih kesuksesan di kemudian hari. "Hari ini adalah saatnya untuk meraih mimpi dan berbuat terbaik untuk bangsa dan negara", tegas pak Saidan.

Dalam laporannya, bapak Ngabas Sutaryo, ST selaku waka kurikulum juga menyebutkan siswa-siswa yang berprestasi dalam menempuh Ujian Nasional. Peraih Jumlah Nilai tertinggi untuk Jurusan IPA adalah :

1. Ponimin ( XII IPA-4)

2. Dian Eka Safitri ( XII IPA-4 )

3. Titik Tri Hastiwi ( XII IPA-4 )

Sementara Untuk Jurusan IPS adalah :

1. Laras Wijiningasih ( XII IPS-1 )

2. Khuswatun Khasanah ( XII IPS-2 )

3. Osya Seta Lugu Wicandra ( XII IPS- 1)

Para Wisudawan selain mendapatkan kalungan samir dari Kepala Sekolah juga mendapatkan Surat Keterangan Lulus yang memuat nilai ijazah, sehingga bisa digunakan untuk mendaftarkan di pendidikan yang lebih tinggi. ( HS )

 


DAFTAR BERITA

PostHeaderIcon On Facebook

PostHeaderIcon Info Sekolah

PostHeaderIcon Agenda Sekolah

PostHeaderIcon Artikel

Tips Memilih Jurusan Kuliah
Rabu,4/Februari/2015

Ujian Nasional sebentar lagi dilaksanakan dan selanjutnya adalah menentukan langkah selanjutnya. Bagi kalian yang ingin meneruskan pendidikan masuk ke perguruan tinggi tentunya harus sudah menyiapkan jurusan apa yang akan diambil nanti. Beberapa anak  suka mengalami kendala dalam memutuskan utuk memilih perguruan tinggi mana dan memilih jurusan kuliah apa karena sebagian anak belum mengetahui bakat dan minatnya sendiri.

Perbedaan Esensial KTSP dan Kurikulum 2013
Minggu,4/Mei/2014

~Perbedaan pokok antara KTSP atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (Kurikulum 2006) yang selama ini diterapkan dengan Kurikulum 2013 yang akan dijalankan secara terbatas mulau Juli 2013 yaitu berkaitan dengan perencanaan pembelajaran. Dalam KTSP, kegiatan pengembangan silabus merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan.

yang muda yang [sering] galau..
Kamis,17/April/2014

Kalo dulu yang muda yang penuh semangat, tapi kalo sekarang kayanya bisa keleus diplesetin jadi yang muda, yang galau :)), secara aku masih muda:D dan masih sering galau!!! hahahaha. kadang nggak tau harus gimana,bingung. tapi tampaknya galau yang sekarang trend agak berlebihan,  dan terkesan berlebihan looh sama aja!, iya kadang hal sepele aja di buat galau iuh bangett nggak sii! sorry brooh sest, ngga  bermaksud menuding pihak2 tertentu, karena aku juga suka seperti itu *ngaku*, dan kalau difikir2 lucu juga si. kasus yang sering dialami kaum muda dengan kegalauannya adalah tentang move on *istilahkampungnya*, kalau rajin menyambangi tuitter pasti sering deh baca2 kata2 yang penuh dengan kegalauan, miris juga si. ada yang gagal move on dari gebetannya yang ternyata lebih milih orang lain, ada juga yang di PHP in (apa ke GR an), dan masih banyak lainnya.


Aksi Sosial dari Tulisan Jadi Donasi
Selasa,10/Desember/201

Pernahkah Anda berpikir untuk mengubah sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya? Mungkin beberapa orang memiliki keinginan atau ide untuk mengubah sesuatu, terlebih impian untuk mengubah segala macam hal problema yang terjadi di Indonesia. Baik itu problema pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, kesejahteraan ekonomi, dan lain-lain.

Fenomena Arisan Kurban, Terpaksa atau Dipaksakan?
Selasa,15/Oktober/2013

Baru saja, bangsa Indonesia memperingati Hari Raya Idul Adha, disebut juga dengan hari raya kurban, di mana semua umat muslim berbondong-bondong untuk sholat Iedul Adha secara berjamaah serta mengikuti event rutin setiap tahun yaitu acara penyembelihan hewan kurban.

PostHeaderIcon On Tweet